Berisi Informasi tentang Komunitas Tangan DiAtas

Rabu, 25 Desember 2019

Inilah Kuliah WA Management Millenials Team


PERATURAN KULIAH WHATSAPP Group TDA KEDIRI OFFICIAL 🔰

Berikut beberapa aturan selama pelaksanaan Kuliah Whatsapp :

1. Sharing akan dibagi 3 segment : 

▶Perkenalan, 
▶Pemaparan Materi, 
▶Tanya - Jawab

2. Selama sharing semua peserta akan dipandu oleh Moderator 

3. Ketika pemaparan materi, peserta dilarang MENYELA/CHAT NARASUMBER (kecuali memang disuruh jawab pemateri) 

4. Kirim tanda ✅ jika di tanya moderator, ini adalah simbol bahwa Anda menyimak materi

5. Kirim tanda ☝  TANYA # NAMA #USAHA

6. Kul WA kurang lebih 1 jam lamanya

7. Dilarang KERAS menghubungi JAPRI (jalur pribadi) Narasumber, karena berkenaan dengan privasi beliau, semua pertanyaan atau kebutuhan peserta bisa disampaikan kepada moderator yang sedang bertugas. Dan jika ada hubungannya dengan narasumber maka akan dibantu moderator

8. Peserta kuliah ini diharapkan partisipasi aktif saat tanya jawab

Terimakasih

Div. Epik TDA Kediri

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Ijinkan saya memperkanalkan diri, karena banyak yang saya belum kenal di sini

Saya biasa dipanggil Hernawan atau Aher, asal dari TDA Bandung

Kebetulan di kepengurusan 5.0 dan 5.1 kemarin, "dijebak" untuk jadi Bendum TDA Pusat

Dan setelah pensiun dan mau rencana banyakin ngurus bisnis, malah dijebak lagi suruh jadi Chairman PERMADANI TDA 😅

Kalau amanah 2 tahun ini selesai, artinya saya 8 tahun jadi pengurusa di TDA, mulai dari daerah sampai pusat. Sudah waktunya pensiun dan diganti kader2 baru yang keren2

Mohon ijin untuk bisa sharing dari pengalaman saya, bukan bermaksud menggurui, karena di grup ini banyak yg jauh lebih hebat

Hanya coba berbagi supaya bisa jadi amal jariyah dan membantu teman-teman yang ada di grup ini

Pada malam ini, saya akan coba sharing pengalaman pribadi tentang Managing Millenial Dan Gen Z

Kurang lebih 1,5 tahun ini, saya coba melakukan sebuah riset kecil

Beberapa usaha saya, Hervent, Garmenesia, iKonveks, dkk bergerak di bidang B2B

Klien-klien kami sebagian besar adalah Korporasi

Ini adalah beberapa klien-klien grup kami
Salah 1 chalenge di bisnis B2B
Adalah peran owner sangat penting
 Karena rata2 dari semua pengusaha B2B yang saya kenal
Yang cari order Owner, Yang membina hubungan dengan klien Owner, dan semua-semua Owner mesti turun tangan
Di sisi lain tim saya, sebagian besar adalah Millenial dan Gen Z
Ada ketidak sinkronan di sini

Klien-Klien kami, sebagian besar PIC atau orang yang berhubungan dengan kami adalah generasi Baby Boomers atau Hampir jadi Millenial 😁
Jadi dulu, sering terjadi miss komunikasi dan ketidak nyambungan antara tim saya dengan klien
Akhirnya saya lah yang terus turun tangan
Dampaknya, omset ya segitu-gitu aja
Naik si naik, tapi tidak signifikan dan waktu kita banyak terikat di rutinitas usaha sehari-hari yang tidak strategis
karena itu, kurang lebih 1,5 tahun lalu, saya melakukan riset dengan merubah tim dengan melakukan perubahan pola management
Alhamdullillah, atas izin Allah, 1,5 kemudian memperlihatkan hasil yang sangat baik
Secara Omset naik 80-90%

Bahkan beberapa bulan terakhir, beberapa kali tembus target omset bulanan
Dan itu terjadi beberapa kali di tahun ini
ang menarik adalah, justru peningkatan itu, terjadi ketika saya mengurangi waktu saya secara signifikan untuk ke kantor
Saya hanya kontrol via Grup Telegram dan Trello saja
Komunikasi via Telpon pun sangat jarang terjadi
Ternyata, Tim Millenial + Gen Z yang tadinya saya kurang percayai untuk bisa menghandel bisnis B2B, malah faktanya skrg mereka bisa melakukan lebih baik dibanding ketika saya masih banyak incharge

 Malam ini saya akan coba sharing, bagaimana memanage Tim Millenial + Gen Z, supaya mereka bisa menjadi Tim Samurai di bisnis kita masing2
Oh ya, saya menyebut tim saya sebagai #SamuraiTeam

Bagi yang belum tau, Millenial dan Gen Z itu makhluk apa si?
Bisa dilihat slide di atas
Hayo ngaku.... kebanyakan masuk golongan apa di grup inI? 😄
Kalau Mas @Anjar Cakrawala Tda masih Milenial si kayanya
Milenial batas atas
Fakta yang sangat menarik, bahwa ternyata 25% Angkatan Kerja saat ini, dan mungkin sekarang sudah lebih dari 30%, diisi oleh Generasi Millenial
 Malahan pada usaha-usaha rintisan, usaha yang baru mulai, Millenial yang mengisi posisi pekerjaan bisa mencapai 80%

Saya mengalami sendiri, 100% isinya Millenial dan Gen Z
Ada beberapa hal menarik tentang Milenial yang saya dapatkan dari hasil Riset IDN Research

Yang pertama, ini adalah ALASAN Milenial dalam memilik pekerjaan. Yang nomor satunya sudah bisa kita tebak, yaitu GAJI
Jadi milenial akan memilih tempat bekerja yang dapat memberikan gaji sesuai harapan mereka
 Lalu... apakah dengan memberikan gaji yang sesuai harapan mereka itu saja sudah cukup?
Ternyata TIDAK

Ini adalah beberapa faktor yang membuat Milenial resign dari tempat kerjanya
Untuk milenial senior, usia 27-36
Faktor utama yang membuat mereka resign bukan lah gaji, gaji ada di peringkat kedua
Fasilitas / Pengembangan DIri menjadi alasan mereka resign dari perusahaan
Karena itu perusahaan2 startup milenial selalu memberikan fasilitas yang lengkap di kantor mereka supaya karyawannya betah

Yang MENARIK adalah, untuk Milenial JUNIOR
Usia 20-27
 GAJI adalah alasan KELIMA mereka resign dari pekerjaan mereka
Teman / Lingkungan kerja menjadi alasan kedua mereka resign
Sudah bisa menebak kan kenapa yang senior dan junior bisa beda karakter seperti itu?
Yang senior mengutamakan gaji karena mereka rata-rata sudah berkeluarga
 beda dengan yang junior

 Ketika busines owner tidak memahami karakter milenial, maka mereka akan sering resign dari perusahaan kita
rata-rata mereka bekerja 2-3 tahun
sebelum akhirnya resign

Saat ini kita hidup di era digital, dimana dengan bermodal Social Media yang dikelola anak belasan tahun saja, omset Milyaran per bulan bisa dicapai
Pertempuran di dunia Ghaib Digital, sebagian besar diisi Millenial dan Gen Z
Dunia Digital sudah dikuasai oleh Millenial dan Gen Z, maka alangkah lebih bijak kalau kita tidak bersaing dengan mereka, melainkan kolaborasi atau coba memanage mereka

Nha selanjutnya kita akan belajar mengenal karakter milenial



Mereka adalah generasi yang suka sekali dengan tatangan baru, karena itu di perusahaan, secara rutin saya selalu memberikan challenge untuk tim

Misal: Minggu depan launching produk baru ya, 2 minggu lagi sudah ada video review dari 10 selegram ya, dll
 Tapiiiiii

Ini problemnya

Baperan banget milenial itu 😁

Karakter berikutnya, mereka adalah pembelajar yang sangat baik
Selalu haus akan ilmu pengetahuan
Nhah, setelah mengetahui karakter mereka
Bagaimana cara mengelola mereka dengan baik?


Yang Pertama adalah dengan GAMIFICATION

Tahun lalu di perusahaan saya ada problem, saya lihat daftar absensi, banyak karyawan yang sering terlambat

Walau telat cuma maksimal 15 menit, tapi saya ga suka
Berbagai cara sudah dilakukan, dengan potong gaji misalnya
Tapi ternyata tidak efektif
Masih aja pada telat
Sampai akhirnya saya coba dengan GAMIFICATION
Saya bikin game
Bagi yang telat, walau 1 detik saja
Maka selama seharian, dia harus pakai MAHKOTA RAJA/RATU KESIANGAN
 Dan hanya boleh dilepas ketika Sholat atau ke Kamar Mandi
Ketemu klien atau supplier, mereka tetap wajib pakai



Lalu dibikin klasemen juga di grup
Sekali pakai MAHKOTA, dapat 1 poin
 poin terbanyak dalam 1 bulan
Harus bersih2 kantor selama seminggu
 Alhamdullillah dengan cara ini, tingkat keterlambatan turun drastis
Malah yang biasanya selalu telat, sekarang dateng 30 menit sebelum jam masuk
 Begitu juga dengan hal lain, misal kebersihan


Setiap pagi, HR akan cek meja kerja masing2. Yang kedapatan ada sampah di mejanya, akan dapet 1 poin
Poin terbanyak dalam 1 bulan, akan dapat "hadiah" juga
Ternyata dengan merubah aturan2 baku menjadi gamification seperti ini, membuat mereka bisa lebih menerima dan menjalankan aturan kita
Yang kedua, apresiasi
Mereka "haus" akan apresiasi
Karena itu kami selalu memberikan apresiasi sebanyak mungkin
Misal, kalau ada sales yang closing 1 order minimal 25jt, akan dapat selebrasi kecil berupa applause dari semua tim dan ada yang kasi backsound suara drum
Jadi kesannya rame banget
Dan si sales merasa sangat diapresiasi


 Ketika target bulanan tercapai, ada apresiasi tim
Mereka boleh makan dimanapun (asal halal) dan liburan dimanapun selama masih di wilayah sekitar Bandung
Perusahaan yang biayai
Dan ini bisa dilakukan setiap bulan selama mereka achieve target
Dan alhamdullillah, 6 bulan kebelakang selalu achieve target
Bahkan target sudah dinaikkan pun masih achieve juga


Yang ketiga, mereka suka kalau kita CARE dengan mereka
Rutin ngobrol atau Coaching dengan setiap anggota tim
 Kalau yang cowo sama saya, yang cewe sama istri saya
 Kita harus tau apa goal mereka, apa masalah mereka, apa keinginan mereka
 Karena hanya dengan mendengarkan cerita mereka saja, mereka sudah merasa kita care banget dengan mereka
Alhasil, selanjutnya mereka akan care dengan perusahaan kita
Dari hasil ngobrol itu, kami tau ternyata sebagian besar tim kami kepengen Umroh dan ikut berqurban
 Karena kami tau keinginan itu
Maka kami fasilitasi
 setiap 2-3 bulan sekali, kami memberangkatkan tim untuk umroh
Gratis dibiayai perusahaan
 Kami juga ikutkan mereka dalam Qurban setiap tahun, gantian
Sapi yang beli perusahaan, qurban atas nama mereka
Ketika kita bisa care sama keinginan2 mereka
Maka mereka akan care juga dengna keinginan2 kita


Selain mengadakan Pengajian
Kami rutin mengadakan sharing buku yang dilakukan oleh setiap tim secara bergantian
Kami rutin juga untuk memberikan waktu mereka belajar melalui kursus e-learning
Belajar berbagai hal soft skill
Mungkin itu dulu dari saya, udah lewat batas waktu ternyata 🙈🙈🙈
Share:

0 Comments:

Posting Komentar

Arsip Blog

Komunitas Tangan DiAtas

TDA Surabaya

TDA Malang

Total Tayangan Halaman