Berisi Informasi tentang Komunitas Tangan DiAtas

Senin, 11 November 2019

Inilah Kuliah Telegram Komunitas TDA dengan tema Storytelling untuk Marketing



TATA TERTIB KULIAH TELEGRAM KOMUNITAS TDA:

1. Peserta mengisi absensi dengan mengacungkan emoticon jari, contoh: :hand:🏻 atau :point_up_2:🏻

2. Yang berhak menyampaikan materi adalah pemateri dan moderator.

3. Peserta diharapkan online dan menyimak selama pematerian berlangsung.

4. Chat group akan ditutup selama narsum memberikan materi, dan akan dibuka kembali saat mulai dibuka sesi tanya jawab.

5. Peserta dapat memberikan feed back setelah dipersilahkan oleh moderator.

6. Seluruh anggota group berpartisipasi aktif dalam perkuliahan, Partisipasi anda dalam group ini menunjukan sikap anda dan ini sangat dibutuhkan.


Salam,
KolaborAksi Untuk Negeri
Team Direktorat Edukasi dan Kapasitas Anggota
Komunitas TDA


Budiman Hakim:admin
Okay. Assalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh
Selamat malam teman2 semua. Malam ini kita ngobrol2 ttg storytelling ya.
Sebetulnya apa sih storytelling itu?
Storytelling gampangnya adalah MENDONGENG. Siapa yang pernah didongengin orangtua waktu kecil? Pasti banyak ya....
Saya mau cerita dikit ya. Suatu hari saya ngajar di Laku Kopi Bintaro. Salah satu pesertanya ada yang berusia 70 tahun. Hebatnya ibu ini masih inget cerita si Kancil yang dibacakan orangtuanya waktu dia berusia 5 tahun.
Dia langsung cerita dengan rinci salah satu cerita Si Kancil. Semua hadirin bertepuk tangan kagum pada ingatannya...
Coba bayangkan! Ibu itu usianya 70 tahun dan masih bisa mengingat dongeng yang dia dengar 65 tahun yang lalu. Ck…ck…ck… Luar biasa, kan?

Dan ternyata ini tidak hanya terjadi pada ibu itu tapi dialami oleh banyak sekali orang di dunia.
Budiman Hakim:admin
Hal inilah yang membuat pakar-pakar marketing berpikir, “Kalo iya sebuah cerita mampu menanamkan pesan sedemikian dahsyat, kenapa cara mendongeng tidak dijadikan saja sekalian sebagai strategi marketing?”

Setelah saya tela’ah lebih dalam, ternyata cara menyampaikan pesan melalui cerita memang adalah cara yang terbaik. Kenapa?





Budiman Hakim:admin
Semoga bisa dibuka ya videonya. Itu adalah contoh storytelling.....

CIRI-CIRI SEBUAH STORYTELLING!

1. Kekuatannya ada pada cerita. Brand sering muncul belakangan
2. Kalaupun brand muncul di depan kehadirannya menjadi bagian dari cerita itu
sehingga tetap tidak terlalu terasa bahwa itu adalah iklan
3.Brand terlihat muncul seperti btw tapi sebenernya kehadirannya kuat
4. Brand diperlakukan secara netral dan tidak sebagai hero
5. Nuansa iklannya hampir gak terasa
6. SURPRISENYA TINGGI sehingga orang mau nge-share.


Budiman Hakim:admin
Sip thx.
Okay. Sebelum kita membahas lebih jauh tentang storytelling, ada baiknya kita memetakan dan mempelajari macam-macam cara orang berjualan yang ada:
1. ROUGH SELLING
Cara berjualan dengan cara kasar dan menyakiti hati konsumennya. Misalnya produk MLM. Mereka mengundang orang untuk datang ke suatu tempat cuma ngasih tau bahwa ada prospek bisnis.
Pas kita datang ke rumahnya, ternyata mereka jualan.
Begitu juga yang terjadi pada orang yang jualan asuransi. Cara berjualan seperti ini biasanya membuat orang jadi tidak bersimpati pada brand kita.
2. HARD SELLING
Cara berjualan dengan cara berteriak-teriak seperti tukang obat. Yang diteriakan semua tentang kehebatan dan semua benefit yang ada di brandnya.

Cara berjualan seperti ini biasanya sulit untuk dipercaya karena janjinya too good to be true.
Kyk gitu tuh contohnya....:point_up_2:
3. SOFT SELLING
Cara berjualan secara halus dengan tone and manner yang elegan. Meskipun caranya halus, orang tentu saja tau bahwa itu iklan.
Cara berjualan seperti ini mungkin menyenangkan calon konsumen tapi karena tau bahwa itu iklan, mereka sering enggan untuk nge-share.

Padahal di social media cuma satu yang kita kejar, yaitu: SHARE.

Ini contoh soft selling. Halus, lembut dan elegan menggunakan puisi yang indah....
Kalo gak kebaca ini udah saya ketik ulang demi teman2 di group TDA
Because I’ve known you all my life
Because a red Rudge bicycle once made me the happiest boy on the street
Because you let me play cricket on the lawn
Because you used to dance in the kitchen with a tea-towel round your waist
Because your cheque book was always busy on my behalf
Because our house was always full of book and laughter
Because of countless Saturday morning you gave up to watch a small boy play rugby
Because you never expected too much of me or let me get away with too little
Because of all nights you sat working at your desk while I lay sleeping in my bed
Because you never embarrassed me by talking about the birds and the bees
Because I know there’s a faded newspaper clipping in your wallet about my scholarship
Because you always made me polish the heels of my shoes as brightly as the toes
Because you’ve remembered my birthday 38 times out of 38
Because you still hug me when we met
Because you still buy my mother flowers
Because you’ve more than your fair share of grey hairs and I know who helped put them there
Because you’re marvelous grandfather
Because you made my wife feel one of the family
Because you wanted to go to McDonalds the last time I bought you lunch
Because you’ve always been there when I need you
Because you let me make my own mistakes and never said “I told you”
Because you still pretend you only need glasses for reading
Because I don’t say thank you as often as I should
Because it’s father’s day.
Because if you don’t deserve Chivas Regal, who does?
4. COVERT SELLING
Covert Selling adalah cara beriklan dengan cara menyembunyikan brandnya. Orang tidak tau dan tidak merasa bahwa itu iklan.
Cara berjualan seperti ini biasanya tidak disukai oleh Team Marketing. Karena mereka merasa apa gunanya bayar mahal-mahal kalo brandnya disembunyikan padahal cara ini paling sering mendapat share.
Pertanyaannya sekarang: STORYTELLING ADA DI MANA DONG?
Storytelling ada di antara soft selling dan covert selling. Dalam storytelling, brand harus disembunyikan di akhir cerita.
Persis seperti iklan Bridgestone di atas
Kalaupun muncul di awal atau di tengah, kehadirannya harus seperti elemen atau bagian yang tak terpisahkan dari sebuah cerita.


Jadi kata kuncinya di sini adalah CERITA. Orang baru mengetahui bahwa itu iklan, ketika mereka menyelesaikan tulisan tersebut sampai selesai.
Cara berjualan seperti ini, orang tau bahwa itu iklan tapi tetap mau nge-share karena kadar surprisenya tinggi.


Okay kita masuk ke segmen berikutnya...
MEMASARKAN PRODUK ATAU BRAND DI SOCIAL MEDIA DENGAN STORYTELLING.
BRAND adalah apa yang orang CERITAKAN tentang kita.

Budiman Hakim:admin
Jadi, apapun bisnis Anda, konsumen harus mempunyai pengalaman unik untuk diCERITAkan pada komunitasnya
Nah, persoalannya adalah bagaimana kalau ternyata produk kita tergolong generik? Setelah dipikir-pikir ternyata brand kita tidak ada bedanya dengan brand kompetitor. Repot juga, kan?
Kalau itu yang terjadi maka KITA PERLU MENCIPTAKAN SESUATU sehingga konsumen tetap mempunyai pengalaman yang menarik UNTUK DICERITAKAN. Caranya bagaimana?
Temen saya yang lain lagi namanya Iwan SJP. Dia pergi ke Starbucks mengajak seorang temennya bernama Abigail.
Seperti kita ketahui, setiap kali kita memesan kopi, baristanya akan menanyakan nama kita lalu mereka tuliskan di atas cup kopi kita.
Nah, masalahnya, Barista tersebut salah menuliskan spellingnya. Iwan kecewa berat, 'Perusahaan multinasional kok bisa salah menuliskan ejaan?'

Budiman Hakim:admin

Karena kesal Iwan SJP memotret cup bertuliskan nama yg salah tersebut dan mempostingnya di FB.

Kenapa kok bisa begitu, ya? Nah, ini yang kocak! Iwan tidak mengetahui bahwa Barista tersebut ternyata menulis dengan ejaan yang salah secara sengaja.
Starbucks sedang memberi konsumennya bahan untuk diceritakan. Tanpa disadari orang yang terjebak itu telah menjadi brand ambassador gratisan.
Budiman Hakim:admin
Satu hal yang perlu dicatat bahwa di era digital, orang tidak takut melakukan hal yang cenderung negatif. Buat mereka mendapat liputan itu jauh lebih penting.
Di social media orang gak gitu peduli pada bhs Indonesia yang baik dan benar.

Kita tinton dulu ya videonya. Saya kasih waktu 4 menit....
Budiman Hakim:admin
Di video Starbucks yang barusan kita tonton, hal yang sama juga terjadi. Kalo kalian perhatikan di video tadi, Sang Barista tanpa merasa bersalah mengatakan, "I am fucking with you."
Sebuah ungkapan yang sangat tabu dalam dunia periklanan dan branding sebelum jaman digital.
Budiman Hakim:admin
Jadi dari apa yang dipaparkan di atas, terbukti bahwa norma, bahasa bahkan peradaban dalam berkomunikasi juga berubah. Gila ya disruption dari digital....:joy:
Seorang temen pernah berkata, “Gak usah heran, Om Bud, Starbucks mah duitnya banyak. Jadi mereka bisa dengan mudah membayar orang pinter untuk membuat strategi marketing seperti itu. Orang Indonesia mah jangan diharepin. Boro-boro membuat strategi seperti itu, kepikiran aja kagak.”
Omongan temen saya ini salah besar.
Banyak sekali saya temukan orang-orang lokal yang membuat strategi jenius dan gak kalah sama strategi Starbucks di atas.
Dan hebatnya mereka adalah pebisnis-pebisnis skala kecil. Luar biasa!!!! Kalo anak alay bilangnya Warbiyasak. :grin:
Budiman Hakim:admin
Berikut saya akan kasih beberapa contoh bagaimana pebisnis lokal menciptakan sesuatu untuk diCERITAkan oleh konsumennya.

Budiman Hakim:admin
Di Soto Gebrak ini, kalo kita memesan soto, maka kokinya sambil meramu soto akan membanting botol kecap ke atas kayu yang dilapis seng.
Setiap kali botol digebrakkan ke meja maka akan terdengar suara yang sangat memekakkan telinga. Hahahahaha kocak ya?
Budiman Hakim:admin
Saya tidak menganjurkan buat kalian yang punya penyakit jantung untuk datang kesana. Bisa collaps loh.... soalnya suaranya bener-bener kenceng banget. :joy::joy::joy::joy:

Budiman Hakim:admin
Pemilik soto gebrak ini menyadari bahwa rasa sotonya tidak cukup enak untuk diceritakan oleh konsumennya.
Karena itu dia menciptakan gimik dan merekayasa sesuatu supaya konsumennya punya pengalaman untuk diceritakan.

Budiman Hakim:admin

Artinya, owner soto gebrak ini secara intuisi telah menciptakan strategi marketing keren yang tidak kalah seperti yang dilakukan oleh perusahaan multinasional sekelas Starbucks.
Kalo ngeliat planknya kita tau bahwa hal itu memang direncanakan sbg strategi marketing.

Budiman Hakim:admin
SIOMAY PINK
Pernah ga kalian mendengar Siomay Pink? Dulu saya mengira bahwa siomay ini diberi warna Pink sehingga dikasih brand Siomay Pink.
Tapi ternyata perkiraan saya salah. Siomaynya sih biasa-biasa aja seperti siomay pada umumnya. Yang berwarna pink adalah benda-benda lain di luar siomay.
Dulu dia sering nongkrong di Jl. Jend. Sudrman, Jakarta pas car free day. Biasanya dia suka mangkal di setia budi atau di Bundaran HI. Saya sering ke Car Free Day bersama anak-anak dan isteri saya.
Nah, supaya kita tidak terpisah, biasanya kami menetapkan Siomay PINK sebagai meeting point.
Saya sering makan di sana dan rasanya kembali tidak membuat saya puas alias gak enak.
Rasanya biasa aja tapi karena berfungsi sebagai meeting point, saya tetep nongkrong di situ dan membeli beberapa siomay untuk menyenangkan hatinya.
Belakangan saya mendapat cerita lain tentang penjual siomay pink ini.
Jadi inilah CERITA tentang latar belakang kenapa warna PINK. Namanya Bapak Sriyono asli dari Klaten. Warna Pink adalah warna favorit anaknya Nama anaknya adalah Peksi Safira Miradalita.
Pak Sriyono bercerai dengan istrinya ketika Peksi baru berusia 3,5 tahun.
Dan tragisnya, Pak Sriyono tidak diizinkan untuk bertemu dengan anaknya itu. Nah loh, sebuah CERITA lagi, bukan?
Budiman Hakim:admin
Sejak itu setiap kali pergi ke Car Free Day, saya selalu makan siomay Pink.
Saya ke sana bukan karena siomaynya. SAYA KE SANA KARENA CERITANYA. Luar biasa kan pengaruh sebuah CERITA?
Dan cerita itu saya ceritakan lagi ke mana2 termasuk di sini.
Budiman Hakim:admin
Wah udah jam 9. Saya selesain dikit lagi ya....
PECEL LELE LELA

Budiman Hakim:admin
Kalo banyak sampe pagi juga blom kelar....:joy:
Saya ga pernah mengerti kenapa Pecel Lele Lela begitu terkenal dan outletnya ada di mana-mana.
Budiman Hakim:admin
Konon cabangnya sudah tersebar di seluruh negeri bahkan sudah sampai ke Brunei dan Mekah segala. Wallahu Alam.

Budiman Hakim:admin

Belakangan saya baru mengetahui bahwa cerita yang paling bikin heboh dari Pecel Lele adalah penawarannya yang sangat unik.

Budiman Hakim:admin

Setiap orang yang bernama Lela boleh makan gratis di tempat itu. Saya khusus dateng ke sana untuk mencari tau strateginya....

Budiman Hakim:admin
Saya berdiskusi dengan managernya, apa gak rugi kalo setiap hari ada orang yang namanya Lela datang dan makan di tempat itu?

Budiman Hakim:admin
Managernya menjawab, “Jangankan setiap hari. Orang yang bernama Lela itu, kalo mau, boleh datang 3X sehari. Sarapan di sini makan siang di sini dan makan malam di sini.”


Budiman Hakim:admin
“Oh ya? Apa gak rugi tuh?” tanya saya takjub bukan main.
“Gak dong. Si Lela itu, kan, gak mungkin dateng sendiri. Dia pasti dateng rame-rame dengan temen-temen kantornya. Atau dia dateng bersama suami dan anak-anaknya. Paling sial dia dateng berdua sama temennya.” jawab Si Manager.
“Jadi maksudnya gimana?”
Budiman Hakim:admin
"Karena dia gak dateng sendiri, jadinya strategi ini gak ada bedanya dengan promo buy 1 get 1 free."
Wah iya bener. Hebat ya? Promo yg udah basi ternyata diulik sedikit dapat terlihat menjadi baru lagi. Bahkan jadi sangat menarik untuk diCERITAkan....
Buktinya saya sekarang menceritakannya lagi pada kalian....
Teman-teman sekalian. Dari cerita ini kita dapat menyimpulkan. Jaman sudah berubah. Digital telah memporakporandakan pakem-pakem komunikasi jaman dulu.

Kenapa saya sering mengajarkan storytelling ke mana2? Karena storytelling adalah cara yang paling ampuh untuk berkomunikasi dan mempengaruhi komunitas dan masyarakat.

Budiman Hakim:admin
Misalnya pas pemilu kemaren, kita mendapatkan cerita tentang Jokowi PKI, Jokowi anu, Jokowi itu,
Kita juga mendengar cerita Prabowo itu begini, begitu dan lain-lain. Dan hasilnya?
Banyak banget yg termakan oleh cerita tersebut. Padahal banyak banget cerita hoax dan fitnah.
Jadi pointnya adalah cerita di jaman digital ini telah menjadi senjata yang ampuh.
Kalo kalian punya produk atau brand, saya sarankan untuk menggunakan storytelling sebagai marketiting tool.
Kalo Tuhan saja memakai storytelling untuk menyampaikan pesan pada umatnya maka dapat disimpulkan bahwa cara itu adalah cara terbaik.
Tapi saran saya, gunakanlah cerita yang positif.
Sebagai penutup saya akan mengutip seorang pakar komunikasi yg bernama Seth Godin. Pesannya adalah sebagai berikut:

Pesan dari Seth Godin. :point_up_2:
Sekian dan terima gajih.
Share:

0 Comments:

Posting Komentar

Arsip Blog

Komunitas Tangan DiAtas

TDA Surabaya

TDA Malang

Total Tayangan Halaman