Berisi Informasi tentang Komunitas Tangan DiAtas

Selasa, 19 Januari 2021

KANDIDAT CAPRES TDA 7.0

 KANDIDAT CAPRES TDA 7.0

Inilah para kandidat capres favorit para member TDA!

Yg mana Capres pilihanmu?



Belum mengisi usulan capres? Silahkan isi form disini http://tangandiatas.com/formulir-calon-presiden-tda-7-0/


Jangan lupa, di PESTA WIRAUSAHA VIRTUAL 22-23 Januari 2021 besok, akan ada siaran LIVE para Capres TDA. Siapkan dukunganmu untuk capres favoritmu! 
















Capres TDA 7.0 : 

Eko Desri, Goenawan Sila, Ibrahim M. Bafagih, Wisnu Sakti Dewobroto, Danton Prabawanto, 

Lutfiel Hakim, Rizki Rahmadianti, Faqih Faturrachman, Hernawan Adi Wibowo, Muh Fitriady Sip,

pakde Agus Ali, Roskar, Bang Nanda, Nurul Umama

Share:

Rabu, 30 Desember 2020

Konten Terakhir Wahyu Agus Ariadi di TDA TV

 



Rahasia Sukses Bisnis ala Wahyu Agus Ariadi - Selamat Jalan Mas 

Konten Terakhir Beliau di TDA TV

---- 

Selamat Jalan Mas Wahyu...

Awal Desember lalu kita ngetrail bareng. "Mas kita selfie bareng" katanya dg suara khas yg lembut. "Ayukk" jawab saya di sela2 istirahat di Bromo. 

Lalu kita berencana Januari 2021 besok akan roadtrip bersama ke Bangka Belitung. Rencananya mas Wahyu sambil keliling Sumatera untuk cek kubah2 masjid yg pernah dipasangnya apa masih bagus atau tidak. Namun ternyata takdir berkata lain, Allah memanggilnya lebih dulu. Ini jadi foto terakhir kami berdua.

Saat ayahnya meninggal karena covid hingga mas Wahyu masuk di RS-pun kami saling berbalas chat. Menanyakan keadaannya dan memberi semangat. Kawan2 BOD TDA juga sama. Terakhir chat 3 hari yg lalu saya menanyakan apakah obat yg saya kirim sudah diterima? Dijawab mau dicek di rumah, karena sdg diventilator. Ini chat terakhir dg beliau.

Saat di RS-pun, masih sempat2nya menitipkan kaos berlogo campervan ke saya lewat Sam Cakra . Pagi ini melihat kaosnya masih dalam plastik dan belum saya buka, jadi teringat kembali dan tak kuasa untuk tidak menulis kebaikan2 beliau disini.

Mas Wahyu adalah salah satu BOD Direktur Program Khusus yg membawahi TDA Kampus, TDA Peduli, TDA Perempuan dan program2 khusus lainnya. Mas Bimo Prasetio  Presiden TDA 5.1 yg menyarankan ke saya waktu itu. Dan saya langsung setuju karena memang melihat profil beliau yg pas.

Program pertama adalah TDA Kidzpreneur. Saya sendiri melihat mas Wahyu yg rela tidur di depan ruangan dan harus kedinginan demi menjaga anak2 yg tidur di tenda yg khawatir kalau malam takut saat mau pipis. CEO perusahaan Qoobah yg sedang melesat, rela tidur diluar sambil kedinginan. 

Kedua, saat mukernas di Lombok. Beliau call saya dan menyampaikan akan menyumbang 3 kubah masjid senilai Rp 180jt, dan minta ini diakui sbg sumbangan dari TDA saja. Maka saat itu di mukernas saya sampaikan ke Gubernur NTB bahwa kami menyumbang 3 kubah masjid dan ribuan peralatan sekolah hasil dari donasi kawan2 TDA se-Indonesia. Yg itupun juga program TDA Peduli, yg dikomandani mas Wahyu juga.

Donasi Hand Sanitizer dan APD yg cukup besar saat awal2 covid di bulan Maret-April yg mengumpulkan Rp 1 Milliar hanya dalam 3 minggu, juga hasil kerja keras mas Wahyu dan tim TDA Peduli.

Banyak program dan konsep2 baru TDA yg dijalankan mas Wahyu dg sepenuh hati. Maka saat diminta MWA menyodorkan beberapa capres TDA 7.0 tahun depan, mas Wahyu adalah salah satu nama yg telah saya masukkan.

Sore kemarin. Sekitar 10 menit setelah beliau meninggal, saya mendapat info berita duka ini. Sempat tidak percaya hingga harus konfirmasi ke beberapa kawan2 TDA Kediri sekaligus. Ini karena saya teringat, 6 bulan lalu mas Wahyu sempat diisukan meninggal karena covid. Masyarakat se-Kediri gempar, owner Qoobah meninggal. Mas Wahyu menyampaikannya ke saya sambil tersenyum.

Dan ternyata berita itu kali ini benar.

Malam kemarin, membaca testimoni kawan2 yg mendoakan, membaca beberapa grup WA TDA dan bahkan yg bukan TDA, semuanya memberi kesaksian mas Wahyu adalah orang yg baik. Sebagian besar kawan2 yg pernah berinteraksi langsung dg beliau, mengingat mas Wahyu adalah orang yg gemar beramal.

Inna lillahi wa inna ilayhi raji'un. Selamat jalan kawan. Semoga Allah mengampuni segala khilaf, menerima segala amal baikmu, dan menempatkanmu di SurgaNya. Insyaallah Husnul Khotimah.

Mengenang pesan terakhir mas Wahyu  tentang pentingnya beramal dalam membangun bisnis, diabadikan di TDA TV 



Semoga bisa menjadi wasilah bagi kita semua, dan menjadikan salah satu amal jariyah bagi beliau. 

Selamat jalan sahabat ..

Donny Kris Puriyono

Presiden TDA

Share:

5 Video Wahyu Agus Ariadi TDA Kediri


Berikut ini 5 video youtube TDA KEDIRI

  • Penting ! Menjaga Mental Tim, Wahyu Agus Mentor TDA Kediri dlm Zoom Talkshow

  • Master Tukang mengalahkan Qoobah di Era Pandemi, Wahyu Agus Mentor TDA Kediri dlm Zoom Talkshow
  • TDA Camp Reborn 2020 Kasembon Rafting, Malang, 14-15 Maret 2020
  • Visit Company Pengaplikasian Scrum di PT.AKI
  • Inilah Sharing Bisnis bersama CEO PT.AKI


Share:

Tribute to Wahyu Agus Ariadi

 


Tribute to Wahyu Agus Ariadi





Share:

TDA Berduka

 


Salah satu saudara, guru, sekaligus inspirator kita telah berpulang. Mohon doanya teman² semua, semoga husnul khotimah, keluarga yang ditinggalkan tabah, aamiin
Share:

Selamat jalan mas Wahyu Agus Ariadi

 


Selamat jalan mas Wahyu Agus Ariadi

Awal Desember lalu kita ngetrail bareng. "Mas kita selfie bareng" katanya dg suara khas yg lembut. "Ayukk" jawab saya di sela2 istirahat di Bromo.

Lalu kita berencana Januari 2021 besok akan roadtrip bersama ke Bangka Belitung. Rencananya mas Wahyu sambil keliling Sumatera untuk cek kubah2 masjid yg pernah dipasangnya apa masih bagus atau tidak. Namun ternyata takdir berkata lain, Allah memanggilnya lebih dulu. Ini jadi foto terakhir kami berdua.

Saat ayahnya meninggal karena covid hingga mas Wahyu masuk di RS-pun kami saling berbalas chat. Menanyakan keadaannya dan memberi semangat. Kawan2 BOD TDA juga sama. Terakhir chat 3 hari yg lalu saya menanyakan apakah obat yg saya kirim sudah diterima? Dijawab mau dicek di rumah, karena sdg diventilator. Ini chat terakhir dg beliau.

Saat di RS-pun, masih sempat2nya menitipkan kaos berlogo campervan ke saya lewatSam Cakra . Pagi ini melihat kaosnya masih dalam plastik dan belum saya buka, jadi teringat kembali dan tak kuasa untuk tidak menulis kebaikan2 beliau disini.

Mas Wahyu adalah salah satu BOD Direktur Program Khusus yg membawahi TDA Kampus, TDA Peduli, TDA Perempuan dan program2 khusus lainnya. MasBimo Prasetio Presiden TDA 5.1 yg menyarankan ke saya waktu itu. Dan saya langsung setuju karena memang melihat profil beliau yg pas.

Program pertama adalah TDA Kidzpreneur. Saya sendiri melihat mas Wahyu yg rela tidur di depan ruangan dan harus kedinginan demi menjaga anak2 yg tidur di tenda yg khawatir kalau malam takut saat mau pipis. CEO perusahaan Qoobah yg sedang melesat, rela tidur diluar sambil kedinginan.

Kedua, saat mukernas di Lombok. Beliau call saya dan menyampaikan akan menyumbang 3 kubah masjid senilai Rp 180jt, dan minta ini diakui sbg sumbangan dari TDA saja. Maka saat itu di mukernas saya sampaikan ke Gubernur NTB bahwa kami menyumbang 3 kubah masjid dan ribuan peralatan sekolah hasil dari donasi kawan2 TDA se-Indonesia. Yg itupun juga program TDA Peduli, yg dikomandani mas Wahyu juga.

Donasi Hand Sanitizer dan APD yg cukup besar saat awal2 covid di bulan Maret-April yg mengumpulkan Rp 1 Milliar hanya dalam 3 minggu, juga hasil kerja keras mas Wahyu dan tim TDA Peduli.

Banyak program dan konsep2 baru TDA yg dijalankan mas Wahyu dg sepenuh hati. Maka saat diminta MWA menyodorkan beberapa capres TDA 7.0 tahun depan, mas Wahyu adalah salah satu nama yg telah saya masukkan.

Sore kemarin. Sekitar 10 menit setelah beliau meninggal, saya mendapat info berita duka ini. Sempat tidak percaya hingga harus konfirmasi ke beberapa kawan2 TDA Kediri sekaligus. Ini karena saya teringat, 6 bulan lalu mas Wahyu sempat diisukan meninggal karena covid. Masyarakat se-Kediri gempar, owner Qoobah meninggal. Mas Wahyu menyampaikannya ke saya sambil tersenyum.

Dan ternyata berita itu kali ini benar.

Malam kemarin, membaca testimoni kawan2 yg mendoakan, membaca beberapa grup WA TDA dan bahkan yg bukan TDA, semuanya memberi kesaksian mas Wahyu adalah orang yg baik. Sebagian besar kawan2 yg pernah berinteraksi langsung dg beliau, mengingat mas Wahyu adalah orang yg gemar beramal.

Inna lillahi wa inna ilayhi raji'un. Selamat jalan kawan. Semoga Allah mengampuni segala khilaf, menerima segala amal baikmu, dan menempatkanmu di SurgaNya. Insyaallah Husnul Khotimah.

Mengenang pesan terakhir mas Wahyu tentang pentingnya beramal dalam membangun bisnis, diabadikan di TDA TV.


Semoga bisa menjadi wasilah bagi kita semua, dan menjadikan salah satu amal jariyah bagi beliau.

Selamat jalan sahabat ..

Sumber : https://www.facebook.com/donny.kris.puriyono/posts/10220246355961788

Share:

Selamat jalan sahabatku, guruku, teman curhatku, bosku, partnerku

 Rasa-rasanya sangat banyak teman dan sahabat Almarhum Mas Wahyu yg belum bisa move on dengan cepat sepeninggal beliau. Terlalu banyak kebaikan-kebaikan beliau yg masih terekam dengan kuat di benak para sahabatnya.... dan saya mungkin salah satunya.


Belum terlalu lama sebenarnya saya mengenal sosok Mas Wahyu. Kami dipertemukan di TDA Kediri sekira tahun 2016-2017 dan semakin intens berkomunikasi saat bersama-sama diamanahi sebagai Pelayan TDA di kepengurusan TDA Kediri 2.0 membantu Ustadz Nur Yanto. 

 





Di penghujung 2018 kami ngobrol2 karena beliau tertarik dengan portofolio saya yg Ex Manajer K*C. Singkat cerita akhirnya Mas Wahyu mengajak saya membangun bisnis kuliner dengan ide awal adalah Konsep Angkringan. Kami sharing bersama namun akhirnya tidak ada titik temu konsep angkringan yang pas, kami punya versi angkringan masing2, utk sementara case close. 

Kemudian di awal 2019 kami mengikuti acara Pesta Wirausaha Nasional di Ancol yang tema utamanya adalah KOLABORAKSI, sepulang dari PW Nas Ancol ini kami bertemu kembali melanjutkan obrolan rencana Kolaborasi tsb, keseriusan Mas Wahyu dibuktikan dengan kedatangan beliau silaturahim ke rumah saya yg lumayan jauh dari kota kediri di awal april 2019. Singkat cerita akhirnya kami sepakat utk membuka bisnis kuliner dengan konsep ATM Warung Up****al. Karena saya bukan seorang chef, saya juga tdk bisa memasak, akhirnya dicarilah seorang Chef, ketemulah Mas Wahyu dengan Mas Oghta Fianto, mantan Asisten Chef sebuah hotel ternama di Surabaya. Kami bertiga bertemu di rumah Ngadiluwih pada 25 april 2019 dan bermufakat berkolaborasi dengan Semangat Persaudaraan, terbentuklah CV Anugerah Ukhuwah dengan saya sebagai Direktur. 

Inilah awal kedekatan emosional kami bertiga. Kami mencari referensi minuman hingga jauh ke Trenggalek, bersama2 mereview hasil masakan2 Chef Okta dari satu menu ke menu berikutnya. Tak jarang kami bercanda hingga konyol2an, lihat saja foto saat Mas Wahyu berlagak jadi Foto Model Apron/celemek, lalu ber-topi-kan cup lampu dll. Karakter Mas Wahyu yg hangat, ramah, nguwongke, tutur bahasa yg halus semakin lengkap dengan sikapnya yg dermawan, harta dunia tak pernah digenggamnya erat2, begitu mudah dan ringannya beliau mengulurkan hartanya utk membantu yg lain, dan saya yakin ada sosok hebat dibalik sikap dermawan Mas Wahyu ini, yaitu Mbak Reni Ramawati, Couplepreneur teladan.

Kedai Expo dibangun benar2 dari Nol, kami berbagi tugas, Mas Wahyu fokus di Marketing, Saya ngurus operasional tim, Mas Okta fokus di menu. Suka duka kami hadapi bersama, segala cerita indah dan gak enak pun kami nikmati. Hingga pandemi Covid menerpa Kediri, Kedai Expo sempat istirahat 3bln, karyawan kami rumahkan dengan gaji separo agar mereka bertahan, meski akhirnya tetap harus ada pengurangan karyawan karena kondisi yg tdk memungkinkan mempertahankan seluruh karyawan. Saat buka operasional kembali masalah muncul lagi, mulai dari penerapan protokol kesehatan hingga menghadapi razia Satpol PP, dari kena peringatan, sidang di pengadilan negeri dan bayar denda hingga ditutup sehari juga sempat dialami Kedai Expo. 

Dengan Pertolongan Alloh, kami memodifikasi kedai Expo, Alhamdulillah semua bisa kami lewati dengan baik, bahkan trend nya meningkat cukup bagus hingga saat ini.  Akhir November 2020 kmrn saya sampaikan ke Mas Wahyu bahwa saya ingin punya lebih banyak waktu utk pribadi & keluarga, ada panggilan tugas di rumah, dan saya ingin berhenti dari tugas manajer, Kedai Expo sudah saatnya dipegang Manajer yg lebih Trengginas dan Fresh. Ternyata keputusan saya ini tdk sepenuhnya disetujui beliau, Mas Wahyu masih menghendaki keberadaan saya di kedai Expo meskipun tdk harus setiap hari, istilah beliau... pokok’e sak longgare Pak Fah, tolong anak2 tetep dikawal, dinasehati dsbnya, jangan tinggalkan Kedai Expo Pak. Dan ternyata sekarang justru Mas Wahyu yg (secara fisik) meninggalkan Kedai Expo, namun insyaaAlloh semangat dan cita2 mulia Mas Wahyu akan Tetap Membersamai Kami Semua.

Selamat jalan sahabatku, guruku, teman curhatku, bosku, partnerku.... Saya bersaksi bahwa Engkau orang baik, sangat baik, dan Alloh Sangat Sayang Njenengan, semoga Alloh tempatkan Njenengan di barisan Syahid dan berdekatan dengan Kekasih-Nya, Nabi Muhammad SAW, Aamiin.

Sumber : https://www.facebook.com/FahrudinMF/posts/3899014913442487

Share:

Daftar Berita

Arsip Blog

Komunitas Tangan DiAtas

TDA Surabaya

TDA Malang

Total Tayangan Halaman